Kata pecel dalam bahasa Jawa berarti “ditumbuk/diremas” , mengacu pada proses pembuatan sambal / sambal kacang. Pecel mencerminkan kesederhanaan, kebersamaan, dan kearifan lokal masyarakat Jawa.
Reference
Ardiansari, A., Ahmadi, F., Ridloah, S., & Widia, S. (2020). International Journal of Research Innovation and Entrepreneurship Innovation and Commercialization of Indonesian Traditional Food in the Industrial Era 4.0. Internasional Jurnal of Research Innovation and Entrepreneurship, 1(1).
Fitria, B., Wayan Canny Naktiany, Hasbullah, & Febriana Wenny Wijaya. (2022). Pendampingan Percepatan Penurunan Stunting Melalui Pemberdayaan Masyarakat untuk Mengolah Kelimpahan Lele di Desa Batu Kumbung. Jurnal Ilmiah Pengabdian Dan Inovasi, 1(2), 153-164.
Herwanto, A. P., Sunarto, B., & Pujiyanto, P. (2024). Visual communication strategy of Pecel Lele Lamongan's advertising banner. Bahasa Dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, Dan Pengajarannya, 52(1), 11-29. Pandiangan, M., Kaban, J., Wirjosentono, B., & Silalahi, J. (2020). Analisis Asam Lemak Omega 3 dan 6 pada Minyak Ikan Lele secara GC-FID. Jurnal Riset Teknologi Pangan Dan Hasil Pertanian (RETIPA), 1(1), 19-25.
Rama Aji Dananto, Syahla Ayu Yasinta, Syifa Rahmi Fauzani, Vania Salsabila, & Kundharu Saddono. (2024). Kuliner Gudeg sebagai Bahan Ajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing dalam Mendukung Internasionalisasi Bahasa Indonesia. Sintaksis : Publikasi Para Ahli Bahasa Dan Sastra, 2(2), 324-335.