Sinopsis
Peningkatan populasi dan aktivitas ekonomi telah memicu lonjakan volume sampah yang menjadi isu krusial di wilayah perkotaan akibat keterbatasan lahan Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Metode pengelolaan konvensional seperti open dumping dinilai tidak lagi efektif dan berpotensi menimbulkan bencana lingkungan, terlebih dengan adanya rencana pemerintah menghentikan pembangunan TPA baru mulai tahun 2030. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengelolaan sampah yang lebih komprehensif untuk mengurangi emisi gas metana dan memenuhi target penanganan sampah nasional.
Secara mendalam, buku ini membahas urgensi transformasi tersebut dengan menawarkan solusi berbasis Refused Derived Fuel (RDF). Fokus utama pembahasan meliputi teknis pengolahan sampah menjadi energi, analisis potensi RDF sebagai substitusi batu bara, serta penerapan metode co-processing pada industri padat energi seperti semen.
Penulis juga menguraikan tantangan krusial terkait ketersediaan industri penerima (offtaker) serta strategi sinergi antara pemerintah dan swasta dalam mewujudkan ketahanan energi nasional.
