Pedoman Singkat Penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk Penulisan Buku

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) memberikan berbagai kemudahan dalam proses penulisan karya ilmiah. Namun demikian, penggunaan teknologi ini harus dilakukan secara bertanggung jawab dan tetap menjunjung tinggi prinsip integritas akademik. Informasi ini ditulis untuk memberikan arahan bagi penulis dalam memanfaatkan AI secara tepat, khususnya dalam penulisan buku akademik.

Salah satu kebijakan yang Universitas Bakrie Press tetapkan terkait penggunaan AU dalam proses penulisan buku merujuk dari Elsevier, yang mengatur secara rinci bagaimana AI boleh digunakan dalam proses penulisan buku maupun konten akademik lainnya.

Peran AI sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Penulis

AI pada prinsipnya diperbolehkan untuk membantu proses penulisan, tetapi tidak boleh menggantikan peran intelektual penulis. Teknologi AI dapat dimanfaatkan untuk mendukung efisiensi kerja, seperti membantu merangkum literatur, mengorganisasi struktur tulisan, atau meningkatkan keterbacaan teks. Namun demikian, AI tidak boleh menggantikan pemikiran kritis, analisis, dan interpretasi ilmiah yang merupakan tanggung jawab penulis manusia.

Oleh karena itu, setiap penulis tetap bertanggung jawab penuh terhadap isi karya yang dihasilkan, termasuk keakuratan data, validitas referensi, serta integritas argumen yang disampaikan. Penggunaan AI harus selalu berada di bawah pengawasan manusia dan melalui proses verifikasi yang ketat.

Tanggung Jawab Penulis terhadap Akurasi dan Integritas Konten

Salah satu risiko penggunaan AI dalam penulisan ilmiah adalah kemungkinan munculnya kesalahan fakta atau referensi yang tidak valid. Model AI dapat menghasilkan kutipan atau sumber yang tidak benar atau bahkan tidak pernah ada. Karena itu, penulis wajib melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap semua output yang dihasilkan oleh AI.

Selain itu, penulis juga harus memastikan bahwa konten yang dihasilkan tetap mencerminkan kontribusi intelektual asli mereka sendiri. Setiap teks yang dihasilkan oleh AI perlu disunting, disesuaikan, dan dianalisis kembali sehingga mencerminkan pemikiran penulis, bukan sekadar hasil generasi otomatis dari sistem AI.

Perlindungan Hak Cipta dan Kerahasiaan Data

Dalam menggunakan AI, penulis juga harus memperhatikan aspek hak cipta dan keamanan data. Dokumen yang diunggah ke dalam sistem AI dapat berpotensi digunakan oleh penyedia layanan untuk melatih model mereka atau disimpan dalam basis data tertentu. Oleh karena itu, penulis perlu memastikan bahwa penggunaan AI tidak melanggar hak kekayaan intelektual atau mengungkapkan informasi yang bersifat rahasia.

Penulis juga dianjurkan untuk membaca dengan teliti syarat dan ketentuan dari setiap alat AI yang digunakan, termasuk bagaimana data diproses dan disimpan oleh penyedia teknologi tersebut.

Kewajiban Transparansi dalam Penggunaan AI

Prinsip penting dalam penggunaan AI dalam penulisan ilmiah adalah transparansi. Jika penulis menggunakan AI untuk membantu penyusunan naskah, penggunaan tersebut harus dinyatakan secara jelas dalam manuskrip.

Pernyataan tersebut biasanya ditempatkan pada bagian akhir naskah sebelum daftar pustaka dengan judul “Declaration of Generative AI and AI-assisted technologies in the writing process.” Dalam pernyataan ini, penulis perlu menjelaskan nama alat AI yang digunakan, tujuan penggunaannya, serta memastikan bahwa seluruh konten telah ditinjau kembali oleh penulis.

Namun demikian, penggunaan alat sederhana seperti pemeriksa ejaan atau tata bahasa tidak memerlukan deklarasi khusus.

Contoh Deklarasi Penggunaan AI dalam Penulisan Naskah

Apabila penulis menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dalam proses penyusunan naskah, penggunaan tersebut perlu dinyatakan secara transparan dalam manuskrip. Deklarasi ini bertujuan untuk menjaga integritas akademik serta memberikan informasi kepada pembaca mengenai peran teknologi dalam proses penulisan.

Deklarasi penggunaan AI biasanya ditempatkan pada bagian akhir naskah sebelum daftar pustaka atau pada bagian khusus yang memuat pernyataan etika penulisan.

Berikut contoh format deklarasi yang dapat digunakan:

Deklarasi Penggunaan Artificial Intelligence dalam Penulisan Naskah Dalam proses penyusunan naskah ini, penulis menggunakan teknologi generative AI ….. (sebutkan aplikasi AI yang digunakan) untuk membantu …. (jelaskan fungsi dan pada tahapan mana AI tersebut digunakan). Teknologi AI tersebut digunakan secara terbatas sebagai alat bantu dalam proses penulisan dan tidak digunakan untuk menghasilkan analisis ilmiah atau kesimpulan penelitian. Seluruh isi naskah, termasuk interpretasi data, penyusunan argumen akademik, serta verifikasi referensi, sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Penulis telah melakukan peninjauan dan penyuntingan secara menyeluruh terhadap seluruh konten yang dihasilkan dengan bantuan teknologi AI sebelum naskah ini dipublikasikan.

AI Tidak Dapat Menjadi Penulis

Salah satu prinsip etika yang sangat tegas adalah bahwa AI tidak boleh dicantumkan sebagai penulis atau co-author. Status kepenulisan mengandung tanggung jawab akademik yang hanya dapat dipenuhi oleh manusia, seperti kemampuan mempertanggungjawabkan isi karya, menjawab kritik ilmiah, serta menyetujui versi final dari manuskrip.
Dengan demikian, walaupun AI dapat membantu proses penulisan, tanggung jawab intelektual tetap berada sepenuhnya pada penulis manusia.

Larangan Penggunaan AI untuk Pembuatan Gambar Ilmiah

Dalam beberapa kebijakan penerbit, penggunaan generative AI untuk membuat atau memodifikasi gambar dalam manuskrip ilmiah tidak diperbolehkan. Hal ini termasuk manipulasi elemen visual dalam gambar, seperti menambah, menghapus, atau memodifikasi bagian tertentu dari ilustrasi penelitian. Pengecualian hanya diberikan jika penggunaan AI merupakan bagian dari metode penelitian itu sendiri dan dijelaskan secara rinci dalam bagian metodologi.

Share the Post: