Mengupas Rahasia di Balik Sisi Sulit Inovasi: LPKM & Universitas Bakrie Press Sukses Gelar Bedah Buku “Resiliensi X Inovasi”

Mengubah ide cemerlang menjadi inovasi yang berdampak nyata bukanlah perjalanan yang mudah. Sering kali, para inovator harus berhadapan dengan berbagai kegagalan dan penolakan sebelum akhirnya berhasil. Menjawab tantangan tersebut, Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPKM) bersama UPT Penerbitan Universitas Bakrie sukses menyelenggarakan acara bedah buku bertajuk “Resiliensi X Inovasi: Rahasia Menaklukkan Sisi Sulit Inovasi” pada Jumat, 24 April 2026 lalu.

Bertempat di Perpustakaan Universitas Bakrie, acara yang merupakan bagian dari rangkaian Mindshare Meetup ke-12 sekaligus program literasi “Di Balik Sampul: Membaca untuk Berkarya” ini berlangsung dengan antusiasme peserta yang luar biasa di tengah kuota yang sangat terbatas.

Acara ini menghadirkan sang penulis buku yaitu, Prof. M. Taufiq Amir, S.E., M.M., Ph.D., yang juga menjabat sebagai Kaprodi Manajemen Universitas Bakrie. Diskusi bedah buku ini semakin hidup dan mendalam dengan panduan moderator ahli, Arief B. Suharko, BSEE, M.Sc.Eng, Ph.D., selaku Kaprodi Magister Manajemen Universitas Bakrie.

Menaklukkan “Sisi Sulit” Sebuah Inovasi

Dalam pemaparannya, Prof. M. Taufiq Amir mengajak audiens untuk melihat inovasi tidak hanya sekadar dari sisi lahirnya ide kreatif yang gemerlap, melainkan dari “sisi sulit” (the hard side)-nya. Dibutuhkan daya lenting mental atau resiliensi yang kuat bagi seorang inovator untuk terus bangkit dari kegagalan beruntun, mengatasi resistensi dari lingkungan sekitar, dan mengeksekusi ide hingga menjadi produk atau sistem yang bernilai guna.

Sinergi Resiliensi, Inovasi, dan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs)

Menariknya, gagasan yang diusung dalam buku Resiliensi X Inovasi ini sangat selaras dengan komitmen Universitas Bakrie dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Ada dua poin SDGs utama yang menjadi landasan kuat dalam bedah buku ini:

  1. SDG 9: Industry, Innovation and Infrastructure (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur): Resiliensi adalah kunci utama dalam membangun ekosistem inovasi yang tangguh. Tanpa ketangguhan mental dari para pelakunya, infrastruktur sebaik apa pun tidak akan mampu menghasilkan inovasi industri yang berkelanjutan dan kompetitif di kancah global.
  2. SDG 8: Decent Work and Economic Growth (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi): Inovasi yang berhasil melewati “sisi sulit”-nya akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif. Resiliensi memastikan roda ekonomi terus berputar meskipun diterpa berbagai krisis.

Acara bedah buku yang berlangsung dari pukul 13.30 hingga 15.30 WIB ini ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif antara narasumber dan para peserta. Dengan terselenggaranya acara ini, UPT Penerbitan Universitas Bakrie berharap dapat terus memantik semangat civitas akademika untuk tidak hanya berani bermimpi dan berinovasi, tetapi juga tangguh dalam menghadapi setiap proses pembentukannya.

Bagi Anda yang belum sempat hadir dan ingin mendalami rahasia resiliensi dalam berinovasi, buku “Resiliensi X Inovasi” karya Prof. M. Taufiq Amir kini dapat diakses melalui layanan Universitas Bakrie Press.

Salam Inovasi dan Literasi!


Follow our other socials at:
Instagram: @press.ubakrie
Website: ubakriepress.bakrieuniversity.ac.id
Email: [email protected]

Share the Post: